Sabtu, 25 Oktober 2014

SYARIFAH SAIDAH NURJIHAN

Posted by Unknown on 20.07 with No comments

BAB III
KEGIATAN SELAMA PENDIDIKAN SISTEM GANDA


A.    Kegiatan Yang Dilakukan Selama Pendidikan Sistem Ganda ( PSG )
kegitan yang dilakukan pada saat Pendidikan Sistem Ganda (PSG) seperti :
1.Pengenalan teori radio dan fiber optik,
2. Pemasangan kabel per E1 pada DDF,
3. Penginputan program sisir serat optik,
4. Pengenalan dan praktek alat ukur BER,
5. Penarikan kabel fiber optik,
6. Pemasangan DWDM baru dan,
7. Penggantian DWDM yang mengalami Troubleshooting.
              Pada penyusunan laporan ini agar lebih terarah maka penulis akan membatasi kajian materi yang akan di jelaskan pada bab III ini untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini yaitu Troubleshooting pada Dense Wavelenght Division Multiplexing (DWDM) Alcatel lucent ( ALLU ).

B.  Troubleshooting Dense Wavelenght Division Multiplexing ( DWDM ) Alcatel Lucent ( ALLU )
1.        Menerima laporan gangguan dari customer telkomsel bahwa link Banjarmasin Pelaihari down.
2.        Petugas mengecek dan login ke perangkat lewat NMS.



Gambar 3.1 tampilan awal NMS

3.        Setelah masuk keperangkat NMS, petugas melihat pada event log keseluruhan indikator alarm.


Gambar 3.2 tampilan event log

4.        Setelah melihat dari event log,dapat diketahui bahwa terindikasi  TRBD pada slot 6 kehilangan sinyal power ( BELLOW MIN ).


Gambar 3.3 tampilan alarm TRBD

5.        Pada NMS klik modul TRBD pada slot 6 tadi kemudian pilih menu test /analysis maka akan muncul analog measurement bahwa TRBD mengalami Bellow Min (tidak dapat level ) maka harus diganti dengan modul TRBD baru.

Gambat 3.4 tampilan cek level TRBD

6.        Dari hasil analisa pengecekan diketahui bahwa modul TRBD pada slot 6 tersebut mengalami kerusakan, sehingga harus diganti dengan yang baru.
7.        Ganti modul TRBD yang rusak dengan modul TRBD baru.
8.        Untuk mengganti modul TRBD yang baru,kita pastikan bahwa settingan konfigurasi bekas modul TRBD yang rusak masih tersimpan,kalo tidak tersimpan harus dibuat kembali.Pada NMS klik modul TRBD pada slot 6 tadi kemudian pilih menu optical setting pada menu dibagian sebelah kanan dan pastikan TRBD yang baru mempunyai frequensi yang sama.


Gambar 3.5 tampilan  setting frequensi TRBD

9.        Pilih menu connection di bagian atas sebelah kiri kemudian pilih menu fiber connect.ditampilan ini dimasukan no rack dan shelf sesuai TRBD yang telah di ganti tadi. Kemudian pastikan gambar kotak L1-IN ada garis cross connect yang terhubung ke CMDX. Pastikan juga dengan kotak C1-IN lakukan hal yang sama ,sampai berwarna merah.

Gambar 3.6 Cross Connect TRBD TO CMDX

10.    Kembali ke tab pertama pada menu setting TRBD di slot 6 tadi, buka panah XFP164 – C1 kemudian klik port C1-IN pilih facility type sesuai dengan kebutuhan pelanggan misal GBE10E.

Gambar 3.7 Type TRBD Berdasarkan Customer

11.    Kembalilagi dengan mengklik ke modul TRBD pada slot 6,masuk kemenu cross connect yang ada pada menu sebelah kanannya.pastikan C1 & L1 sudah terhubung denagn garis berwarna biru yang menghubungkan antar keduannya.

Gambar 3.8 Line C1 & L1

12.    Klik modul TRBD yang baru yang sudah terpasang pada slot 6 tadi,kemudian klik menu test /analysis maka bisa dilihat bahwa modul TRBD pada slot 6 tadi sudah mendapatkan power level.

Gambar 3.9 Normal TRBD New

13.    Baru cek ke customer, pastikan bahwa traffik pelanggan sudah dalam kondisi normal.
C.      MASALAH YANG DIHADAPI
1.    Setiap perangkat DWDM hanya mempunyai spare satu untuk mengganti modul TRBD yang rusak.
2.    Petugas tidak hanya bergantung pada NMS ( Network Monitoring System) untuk akses ke perangkat tetapi, juga bisa menyediakan alternatif lain untuk akses ke perangkat.
3.    petugas tidak bisa mengakses ke perangkat yang ada di suatu daerah dan tidak satu lokasi dengan petugas yang memonitoring NMS.
4.    Petugas daerah diberikan arahan oleh petugas monitoring NMS.

D.      PEMECAHAN MASALAH
1.    Setiap perangkat DWDM hanyai mempunyai spare satu. Berhubung spare yang ada sudah dipakai jadi apabila ada kerusakan modul TRBD lagi dalam jangka waktu dekat maka tidak dapat langsung diperbaiki karena ketidaksediaan spare yang tidak ada lagi. Sehingga petugas harus aktif mencari spare modul yang di perlukan tersebut ke MSC (Monitoring Service Center ).
2.    Petugas tidak hanya bergantung pada NMS ( Network Monitoring System ), karena apabila terjadi sesuatu pada NMS yang mengakibatkan petugas tidak bisa akses ke perangkat maka petugas menyediakan alternatif lain agar bisa mengakses ke perangkat dengan menggunakan LCT.
3.    Apabila kita tidak bisa mengakses ke perangkat di suatu daerah yang tidak satu lokasi dengan petugas yang memonitoring NMS maka petugas tersebut menghubungi petugas yang ada di daerah tadi dengan melakukan restart perangkat untuk mempercepat waktu.
4.    Setiap petugas daerah di berikan instruksi oleh petugas monitoring NMS melalui via telepon. Instruksinya yaitu dengan merestart modul akses NMS atau bisa juga dengan plug / unplug ( modul ESCT ).

0 komentar:

Posting Komentar