BAB III
KEGIATAN
SELAMA PENDIDIKAN SISTEM GANDA
A.
Kegiatan Yang Dilakukan Selama Pendidikan
Sistem Ganda ( PSG )
kegitan
yang dilakukan pada saat Pendidikan Sistem Ganda (PSG) seperti :
1.Pengenalan teori radio dan fiber optik,
2. Pemasangan kabel per E1 pada DDF,
3. Penginputan program sisir serat optik,
4. Pengenalan dan praktek alat ukur BER,
5. Penarikan kabel fiber optik,
6. Pemasangan DWDM baru dan,
7. Penggantian DWDM yang mengalami
Troubleshooting.
Pada penyusunan laporan ini agar
lebih terarah maka penulis akan membatasi kajian materi yang akan di jelaskan
pada bab III ini untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama Pendidikan
Sistem Ganda (PSG) ini yaitu Troubleshooting pada Dense Wavelenght Division
Multiplexing (DWDM) Alcatel lucent ( ALLU ).
B. Troubleshooting Dense Wavelenght Division
Multiplexing ( DWDM ) Alcatel Lucent ( ALLU )
1.
Menerima laporan gangguan dari customer telkomsel
bahwa link Banjarmasin Pelaihari down.
2.
Petugas mengecek dan login ke perangkat lewat
NMS.
Gambar 3.1 tampilan awal NMS
3.
Setelah masuk keperangkat NMS, petugas melihat
pada event log keseluruhan indikator alarm.
Gambar
3.2 tampilan event log
4.
Setelah melihat dari event log,dapat diketahui
bahwa terindikasi TRBD pada slot 6
kehilangan sinyal power ( BELLOW MIN ).
Gambar 3.3 tampilan alarm TRBD
5.
Pada NMS klik modul TRBD pada slot 6 tadi
kemudian pilih menu test /analysis maka akan muncul analog measurement bahwa
TRBD mengalami Bellow Min (tidak dapat level ) maka harus diganti dengan modul
TRBD baru.
Gambat 3.4 tampilan cek level TRBD
6.
Dari hasil analisa pengecekan diketahui bahwa
modul TRBD pada slot 6 tersebut mengalami kerusakan, sehingga harus diganti
dengan yang baru.
7.
Ganti modul TRBD yang rusak dengan modul TRBD
baru.
8.
Untuk mengganti modul TRBD yang baru,kita
pastikan bahwa settingan konfigurasi bekas modul TRBD yang rusak masih
tersimpan,kalo tidak tersimpan harus dibuat kembali.Pada NMS klik modul TRBD
pada slot 6 tadi kemudian pilih menu optical setting pada menu dibagian sebelah
kanan dan pastikan TRBD yang baru mempunyai frequensi yang sama.
Gambar
3.5 tampilan setting frequensi TRBD
9.
Pilih menu connection di bagian atas sebelah
kiri kemudian pilih menu fiber connect.ditampilan ini dimasukan no rack dan
shelf sesuai TRBD yang telah di ganti tadi. Kemudian pastikan gambar kotak
L1-IN ada garis cross connect yang terhubung ke CMDX. Pastikan juga dengan
kotak C1-IN lakukan hal yang sama ,sampai berwarna merah.
Gambar 3.6 Cross Connect TRBD TO CMDX
10.
Kembali ke tab pertama pada menu setting TRBD
di slot 6 tadi, buka panah XFP164 – C1 kemudian klik port C1-IN pilih facility
type sesuai dengan kebutuhan pelanggan misal GBE10E.
Gambar 3.7 Type TRBD Berdasarkan Customer
11.
Kembalilagi dengan mengklik ke modul TRBD pada
slot 6,masuk kemenu cross connect yang ada pada menu sebelah kanannya.pastikan
C1 & L1 sudah terhubung denagn garis berwarna biru yang menghubungkan antar
keduannya.
Gambar
3.8 Line C1 & L1
12.
Klik modul TRBD yang baru yang sudah terpasang
pada slot 6 tadi,kemudian klik menu test /analysis maka bisa dilihat bahwa
modul TRBD pada slot 6 tadi sudah mendapatkan power level.
Gambar
3.9 Normal TRBD New
13.
Baru cek ke customer, pastikan bahwa traffik
pelanggan sudah dalam kondisi normal.
C.
MASALAH YANG DIHADAPI
1.
Setiap perangkat DWDM hanya mempunyai spare
satu untuk mengganti modul TRBD yang rusak.
2.
Petugas tidak hanya bergantung pada NMS ( Network
Monitoring System) untuk akses ke perangkat tetapi, juga bisa menyediakan
alternatif lain untuk akses ke perangkat.
3.
petugas tidak bisa mengakses ke perangkat yang
ada di suatu daerah dan tidak satu lokasi dengan petugas yang memonitoring NMS.
4.
Petugas daerah diberikan arahan oleh petugas
monitoring NMS.
D.
PEMECAHAN MASALAH
1.
Setiap perangkat DWDM hanyai mempunyai spare
satu. Berhubung spare yang ada sudah dipakai jadi apabila ada kerusakan modul
TRBD lagi dalam jangka waktu dekat maka tidak dapat langsung diperbaiki karena
ketidaksediaan spare yang tidak ada lagi. Sehingga petugas harus aktif mencari
spare modul yang di perlukan tersebut ke MSC (Monitoring Service Center
).
2.
Petugas tidak hanya bergantung pada NMS ( Network
Monitoring System ), karena apabila terjadi sesuatu pada NMS yang
mengakibatkan petugas tidak bisa akses ke perangkat maka petugas menyediakan
alternatif lain agar bisa mengakses ke perangkat dengan menggunakan LCT.
3.
Apabila kita tidak bisa mengakses ke perangkat
di suatu daerah yang tidak satu lokasi dengan petugas yang memonitoring NMS
maka petugas tersebut menghubungi petugas yang ada di daerah tadi dengan
melakukan restart perangkat untuk mempercepat waktu.
4.
Setiap petugas daerah di berikan instruksi oleh
petugas monitoring NMS melalui via telepon. Instruksinya yaitu dengan merestart
modul akses NMS atau bisa juga dengan plug / unplug ( modul ESCT ).




0 komentar:
Posting Komentar