BAB V
PENUTUP
Demikian hasil pelaksanaan
Pendidikan Sistem Ganda ( PSG ) yang telah penulis laksanakan dengan waktu
kurang lebih tiga bulan di STO Banjarmasin Centrum. Program Pendidikan Sistem
Ganda ini merupakan pengalaman yang sangat bermanfaat. Hasil pelaksanaan
Pendidikan Sistem Ganda ini dibuat dalam bentuk laporan berdasarkan pada
pengalaman, praktek dan data-data yang dikumpulkan selama Pendidikan Sistem
Ganda berlangsung. Penulis sadar bahwa dalam penyusunan laporan ini masih
terdapat banyak kekurangan, terutama yang disebabakan karena keterbatasan
pengetahuan yang penulis miliki. Semoga laporan ini dapat menjadi ilmu baru
bagi pembaca dan semoga laporan ini dapat menjadi referensi bagi pembaca untuk
menjadi contoh laporan calon PSG nanti. Mudah-mudahan dapat mempermudah
pelaksanaan PSG bagi seluruh komponen yang terlibat dalam pelaksanaan
Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
Dan penulis juga memberi
kesimpulan dalam mengikuti Pendidikan Sistem Ganda ini ( PSG ) dan memberikan
saran untuk sekolah maupun tempat PSG, sebaga berikut :
A.
KESIMPULAN
Setelah melaksanakan Pendidikan
Sistem Ganda ( PSG ) di STO Banjarmasin Centrum,penulis menarik beberapa
kesimpulan yaitu :
1.
I-SISKA ( Sistem
Informasi Kastamer ) merupakan sebuah aplikasi internal PT. Telkom, Tbk. Yang
mengelola data-data pelanggan dan memudahkan pekerja untuk mengetahui tentang
data-data jaringan pelanggan,
2.
Penanganan gangguan yang terjadi pada pelanggan harus
dilakukan secepat mungkin untuk memenuhi kepuasan pelanggan,
3.
Menjadikan penulis lebih siap menghadapi situasi dan
kondisi lingkungan kerja secara nyata di lapangan dan belajar untuk bertanggung jawab terhadap
tugas yang diberikan oleh pembimbing lapangan,
4.
Pendidkan Sistem Ganda ( PSG ) memberikan bekal kepada
siswa dan siswi untuk siap bersaing di dunia kerja dan,
5.
Pendidkan Sistem Ganda ( PSG ) juga dapat menambah
keterampilan siswa dan siswi dalam setiap praktek teori-teori yang di dapat
langsung pada objeknya.
B.
SARAN
Berdasarkan
dengan pengalaman selama penulis melaksanakan PSG, penulis mencoba untuk
memberikan saran demi kelancaran program PSG selanjutnya.
1.
Saran bagi
tempat PSG
a.
Lebih memperhatikan peserta PSG yang sedang
melaksanakan PSG saat melakukan tugasnya dan apabila peserta PSG tidak ada
kesibukan maka pembimbing dapat memberikan tugas yang bisa dikerjakan oleh
peserta PSG,
b.
Perlu adanya evaluasi secara rutin antara siswi dengan
pembimbing, untuk mengetahui sampai sejauh mana siswi menguasai materi maupun
praktek yang diajarkan.
c.
Hendaknya peserta PSG diperhatikan pekerjaanya dan absennya
secara berkala. Dan tegur apabila masalah absensi sudah terlewat batas.
d.
Jalinlah solidaritas antar sesama.
2.
Saran bagi
sekolah
a.
Pembimbing sebaiknya melakukan kontak secara berkala
dan rutin kepada siswi yang mengikuti PSG sehingga mempermudah siswi melakukan
konsultasi kepada pihak sekolah,
b.
PSG harus di programkan dan terncana dengan baik agar
berjalan dengan lancar dan siswi PSG
tidak bingung dan tidak ada keluhan,
c.
Pihak yang bertanggung jawab terhadap program PSG,
seharusnya menyampaikan kepada siswi bahwa yang berkaitan dengan masalah
pribadi dan berhubungan dengan kegiatan PSG sebaiknya menggunakan kata-kata
yang sopan agar siswi PSG tidak merasa direndahkan. Walaupun itu untuk kebaikan
bersama.
d.
Jangan terlalu banyak sosial media untuk kegiatan PSG,
karena tidak semuanya memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk
mendokumentasikan kegiatan PSG.


0 komentar:
Posting Komentar